TINDAKAN DALAM MEMPERTAHANKAN HIDUP
Tersesat merupakan resiko yang kita alami dalam mendaki gunung, situasi dimana kita tidak tahu posisi kita berada.
Akibatnya sulit menentukan arah perjalanan yang sudah direncanakan.
Kehilangan jejak / jalur, kemudian salah dalam mengambil keputusan dan makin jauh dari jalur sebenarnya. sementara bekal makanan dan air semakin menipis,
Keadaan seperti ini disebut SURVIVAL. dan orang yang mengalami ini disebut SURVIVOR .
Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang gagal bersurvival :
1. Kesunyian / takut / cemas / bingung.
2. Putus asa
3. Rasa jemu terhadap lingkungan
4. Kebutuhan jasmani seperti rasa lapar dan haus.
Sikap mental yang tercermin dalam survival :
S : Sadari sungguh-sungguh situasimu.
U : Untuk malang tergantung ketenanganmu.
R : Rasa takut dan panik harus dikuasai.
V : Vakum / kosong, isilah segera.
I : Ingatlah dimana berada.
V : Viva / hidup, hargailah.2
A : Adat istiadat setempat patut ditiru.
L : Latihlah dirimu dan belajarlah selalu.
- Masalah dan bahaya yang dihadapi :
1. Terjebak pada medan yang berat ( jurang dalam, sungai lebar, hutan yang rapat, tebing terjal ).
2. Tersesat dan terpisah dari kelompok.
3. Kehabisan perbekalan ( makanan dan air ).
4. Perlengkapan yang terbatas.
5. Binatang buas.
6. Keadaan alam ( hujan lebat, angin kencang, longsor, banjir ).
Kondisi inilah yang menuntut kita melakukan tindakan untuk bertahan hidup / survival.
- Aspek penting yang mempengaruhi keberhasilan survival :
1. Semangat dan mental
Mental yang baik dan semangat yang tinggi untuk bertahan hidup akan menimbulkan perasaan tenang.
2. Pengetahuan dan keterampilan.
Memiliki pengetahuan dan keterampilan seperti : navigasi, kompas, P3K, tali temali dan pengenalan botani
dan zoologi praktis.
3. Perlengkapan
Dengan peralatan yang lebih lengkap kemungkinan kondisi yang lebih baik akan dirasakan survivor.
- Langkah sebelum bertindak :
Keadaan darurat / kritis biasanya mempengaruhi mental seseorang,
Keadaan ini juga akan mempengaruhi pola tindakan yang kadang jauh menyimpang dari tindakan
yang seharusnya dilakukan.
Pola tidakan yang harus diambil seorang survivor ;
1. Pengamatan / observasi.
Ingat
kembali sejarah perjalanan sebelum tersesat, amati keadaan sekitar,
baik medan,
potensi alamiahnya, cek perlengkapan dan perbekalan yang
dimiliki.
2. Buat rencana tindakan apa yg akan dilakukan :
- Diam ditempat sambil istirahat ?
- mencari jalan / jalur ?
- mencari makanan dan air ?
- atau melanjutkan perjalanan ?
3. Melakukan percobaan.
Jika
ingin melanjutkan, dari tempat kita berada....... jalanlah kesatu arah
sambil mengamati
keadaan sekitar dan kembali ketempat semula.
Lakukan
juga kearah lain. Sampai kita menemukan tanda-tanda pernah dilalui
orang
(string line atau bungkus bekas makanan / minuman).
4. Perhitungkan untung ruginya.
Cek keadaan fisik, bekal yang ada dan jalan yang akan ditempuh. jika kuat lanjutkan.
Jika lemas istirahat dan buat bivak.
5. Lakukan tindakan dengan tenang dan jangan terburu-buru.
CARA BERTAHAN HIDUP
Tehnik Survival
Untuk
dapat menanggulangi kondisi kritis / survival, diperlukan pengetahuan dan keterampilan
sebagai usaha agar bebas dari keadaan kritis.
Ada beberapa aspek :
A. Perlindungan diri
- Buat perlindungan diri dari faktor luar seperti cuaca buruk dan hewan buas.
- Segera ganti baju yang basah.
- Dingin merupakan faktor yang paling mematikan, ditandai dengan menggigil, muka pucat dan sempoyongan.
- Perlindungan diri dapat dilakukan dengan cara membuat bivak.
Bivak artinya bermalam dialam terbuka.
Bivak bertujuan untuk melindungi diri dari faktor alam seperti hujan, panas dan angin.
Yang perlu diperhatikan dalam membuat bivak :
1. Hindari daerah terbuka karena tiupan angin
2. Hindari tempat yang menjadi aliran air.
3. Jangan terlalu dekat / jauh dari sungai.
4. Hindari lembah. Karena dilembah udaranya lebih dingin.
5. Jangan dipinggir tebing yang mudah longsor.
Membuat bivak dibagi 2 macam :
1. Bahan dari alam, terbuat dari bahan yang ada dialam. Seperti pohon tumbang, daun-daunan,
batang kayu, goa / lobang.
2. Bahan yang kita bawa. Seperti : ponco / jas hujan, fly sheet, lembaran plastik.
B. Makanan
Makanan berfungsi sebagai kalori untuk menjaga stamina dan temperatur tubuh tetap terjaga.
1. Sumber makanan dari hewan.
hampir semua jenis hewan dapat dimakan. Masalahnya bagaimana cara mendapatkannya.
Hewan selalu mencari air untuk kebutuhan hidupnya., maka untuk mendapatkan makanan dari hewan
carilah kesumber air.
Semakin tinggi permukaan tanah semakin sedikit hewan yang hidup disana.
Maka jika tersesat digunung sebaiknya turun kedataran yang lebih rendah untuk
mendapatkan makanan dari hewan.
2. Sumber makanan dari tumbuhan.
Bila kita ragu / tidak mengenal tumbuhan dengan pasti, maka yang perlu diperhatikan :
- hindari tumbuhan yang berwarna mencolok.
- jangan makan satu jenis tumbuhan terlalu banyak. ( sedikit tapi bermacam-macam ).
- perhatikan keadaan sekitar tumbuhan, apakah ada bekas gigitan, cakaran dan jejak hewan.
Ini merupakan indikator dapat dimakan.
- hindari makan jamur jenis apapun.
C. Air
Air
merupakan unsur penting. Jika kekurangan air maka akan terjadi
dehidrasi / kekurangan cairan tubuh,
yang dapat mengakibatkan kematian.
Air yang terdapat di hutan tropis infonesia dibedakan 5 macam :
1. Yang langsung dapat diminum.
- air hujan / tampungan air hujan.
- air dalam tanaman rotan, bambu muda, akar gantung, lumut, kantong semar dan pakis-pakisan.
2. Yang dimurnikan dulu
- air yang tergenang
- air sungai besar
- air yang didapat dengan menggali.
3. Tanah berbatu
- tanah kapur lebih banyak mata airnya, karena kapur mudah dilarutkan.
- sepanjang dinding lembah yang memotong lapisan berpori.
- pada daerah granit, carilah bukit berumput paling hijau kemudian gali dasarnya.
4. Tanah gembur
- melihat arah terbang burung dan hinggap, ditempat hinggap itulah biasanya burung mendapatkan air dan makanan.
- pohon pisang
- tempat hewan mengais
- mengumpulkan embun.
5. Dipegunungan
- menggali bekas aliran sungai
- lumut diperas
- tumbuhan basah
- membungkus ranting dahan paling ujung dengan kantung pkastik besar / trash bag.
D. Prinsip mengenal tumbuhan beracun.
- buah dengan warna mencolok
-
getah yang berwarna putih susu, kemerahan, kehitaman, kebiruan.
Caranya : gores atau iris bagian buah / batang pohon dengan pisau
berbahan stainles,
lihat getah yang menempel di pisau.
- permukaan daunnya berbulu
- saat dimakan menimbulkan rasa panas / pahit.
E. Jerat / jebakan
- Untuk hewan yang kecil seperti kelinci, burung dan ayam hutan. Lebih efektif menggunakan jerat.
- untuk hewan yang besar seperti rusa, mencek dan babi. Lebih efektif menggunakan jebakan.
* buat jerat / jebakan pada daerah / tempat lewatnya binatang *
Ingat :
- binatang punya kebiasaan lewat melalui jalan yang sama.
- binatang biasa mencari makan / minum di pagi dan sore hari. Jadi buatlah jerat / jebakan sebelum waktu tersebut.
- jejak binatang lebih mudah ditemui dipinggir sungai pada tanah basah atau berpasir.
Semoga bermanfaat.
@komandan_ichsan
KLIK UNTUK :






Komentar
Posting Komentar