MEMPERKIRAKAN CUACA DENGAN MEMBACA TANDA ALAM
Kemampuan
memperkirakan cuaca sangatlah penting untuk diketahui. Karena dalam
situasi Survival
ini bisa berarti menentukan hidup dan mati.
Saat
kita membawa Barometer maka dengan mudah kita akan bisa memperkirakan
cuaca,
karena barometer mengukur tekanan udara. Jika tiba-tiba tekanan
udara yang ditunjukkan
barometer turun dengan drastis itu menandakan
akan turun hujan dan angin kencang.
LOGIKA :
a. Selalu ingat bahwa angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah
bertekanan rendah.
b. Ingat juga bahwa suhu dan tekanan berbanding terbalik.
c. Kelembaban adalah jumlah uap air di udara.
d. Kelembaban dan tekanan berbanding lurus.
Saat
suhu tinggi, maka udara memuai dan udara yang muai menjadi ringan akan
naik ke atas
sehingga tekanan udara akan berkurang (menjadi rendah) maka
kelembaban juga akan turun.
Inilah kenapa saat akan turun hujan, udara
terasa panas dan gerah.
Sebaliknya
derah bersuhu rendah memiliki tekanan yang tinggi karena udara padat dan kelembaban juga tinggi
karena uap air yang banyak di udara. Ini
sebabnya angin yang bertiup sebelum hujan terasa dingin dan berbau air. Kalau angin yang bertiup terasa dingin dan hidung mencium bau uap air, maka kemungkinan besar sebentar kemudian akan turun hujan. Ini juga bisa
jadi indicator cuaca bagi yang hidungnya cukup peka.
Udara
yang mengalir dari daerah tekanan tinggi mengandung uap air yang
banyak. Uap air yang ter-kondensasi membentuk awan hingga sampai pada
titik jenuh dan berat yang cukup maka awan tersebut akan berubah jadi
butiran air dan turun menjadi hujan.
Jika
kita tidak membawa barometer, maka kita dapat menggunakan tanda-tanda
alam untuk memperkirakan cuaca.
Tanda tanda tersebut diantaranya :
1. LANGIT MERAH
Jika
pagi hari langit merah dan redup, pertanda akan turun hujan dan mungkin
disertai angin kencang.
Jika langit merah pada sore hari maka cuaca
akan cerah.
Penjelasan :
Arus udara Jetstream bergerak dari barat ke timur. Saat kita melihat ke
timur ke arah matahari terbit
dan langit berwarna merah, ini disebabkan
karena sebuah system bertekanan tinggi dengan udara yang kering membawa
partikel debu naik ke angkasa sehingga menimbulkan warna merah. Jika ini
yang kita lihat maka berarti udara yang kering
sudah melewati kita dan
di belakangnya selalu diikuti sebuah sistem bertekanan rendah
yang kaya
dengan uap air yang sedang menuju ke arah kita. Demikian sebaliknya jika
saat memandang ke barat, ke arah matahari tenggelam dan langit terlihat
memerah, maka ini berarti sistem bertekanan rendah yang kaya uap air sudah melewati kita dan di belakangnya diikuti sistem bertekanan tinggi
yang mengandung udara kering sedang menuju ke arah kita.
2. ASAP
Lihat
asap dari api unggun, jika asapnya lurus ke atas, maka cuaca akan
cerah. Namun jika asapnya lurus ke atas
kemudian pada ketinggian
tertentu menyebar, berarti besar kemungkinan hujan dan angin akan
datang. Namun jika asapnya tidak naik ke atas tapi menyebar maka
kemungkinan akan ada badai.
Penjelasan
: Asap yang naik lurus ke atas ini indicator daerah di mana anda berada
bertekanan tinggi,
sedangkan asap yang naik sampai ketinggian tertentu
lalu menyebar dan turun lagi menandakan tekanan udara rendah menandakan
hujan dan angin menuju ke arah anda, sedangkan asap yang tidak naik tapi
malah menyebar ini menandakan tekanan sangat rendah dan badai sedang
menuju ke arah anda.
3. BAU
Tutup
mata anda dan tariklah nafas dalam sambil dirasakan. Jika udara tercium
bau seperti compos
maka kemungkinan hujan sedang menuju ke arah anda.
Penjelasan : Tumbuhan melepaskan sampah metabolismenya ke udara saat udara bertekanan rendah.
Semoga bermanfaat,
@komandan_ichsan
KLIK UNTUK :

Komentar
Posting Komentar